Monday, August 10, 2020

Permintaan Sang Bulan

Dalam diam aku termenung

Dalam kelam aku terpatung

Kala sepi kian meraung

Rasa ini sungguh menggantung


Datang seorang tua bertanya

Anak malang siapa yang punya

Diri bingung apa jawabnya

Karena siang tak kunjung adanya


Jika waktu ibarat balita

Ia tentu belum dewasa

Dilatih merangkak penuh kepastian

Seolah bergerak menuju kebebasan


Namun aku bukan waktu

Hanya bisa ragu tanpa mengaku

Sedang terang terus menunggu

Kapan bintang akan terbelenggu


Sendiri... sendiri...

Bilamana nanti muncul matahari

Ingin hati berteriak dan menari

Betapa sendiri, di kegelapan ia mengiri


Tapi tidak!

Bukan pula aku mengelak

Sang fajar tiba-tiba berkata bijak

Bahwasanya.. bahagia sudah terkuak


Aku adalah aku

Sering mencandu dalam pilu

Hidup berlaku senang sendu

Terimalah aku dalam satu

No comments:

Post a Comment