Dalam diam aku termenung
Dalam kelam aku terpatung
Kala sepi kian meraung
Rasa ini sungguh menggantung
Datang seorang tua bertanya
Anak malang siapa yang punya
Diri bingung apa jawabnya
Karena siang tak kunjung adanya
Jika waktu ibarat balita
Ia tentu belum dewasa
Dilatih merangkak penuh kepastian
Seolah bergerak menuju kebebasan
Namun aku bukan waktu
Hanya bisa ragu tanpa mengaku
Sedang terang terus menunggu
Kapan bintang akan terbelenggu
Sendiri... sendiri...
Bilamana nanti muncul matahari
Ingin hati berteriak dan menari
Betapa sendiri, di kegelapan ia mengiri
Tapi tidak!
Bukan pula aku mengelak
Sang fajar tiba-tiba berkata bijak
Bahwasanya.. bahagia sudah terkuak
Aku adalah aku
Sering mencandu dalam pilu
Hidup berlaku senang sendu
Terimalah aku dalam satu
No comments:
Post a Comment